DAY
Catatan penulis:
menurut caption sebelumnya ini diangkat dari cerita nyata :")
* * *
Mentari mulai datang menyapa bumi.Sinarnya yang hangat membuat kelasku
yang masih sepi terasa nyaman.Tak lama,satu persatu temanku mulai datang.Hari
ini,tanggal 24 Agustus dalah hari ulang tahunku.Tapi,dari semua teman-temanku
yang datang,sepertinya mereka tidak tahu kalau hari ini adalah hari yang
special untukku.Sesaat aku merasa sedih.Namun,rasa sedih itu segera hilang saat
bel masuk berbunyi.
Pelajaran pertama
hari ini adalah Bahasa Indonesia.Tak lama setelah guru datang,salah satu
temanku yang bernama Arif pun dipanggil untuk menyampaikan hasil
rangkumannya.Kelasku hening.Suara Arif pun menggema di kelas,namun aku tak
menyimaki karena sibuk mencari buku catatanku yang hilang entah kemana.Setelah
Arif selesai menyampaikan hasil rangkumannya,bu guru pun memanggilku untuk ke
depan kelas.
“Nida.” Kata bu
guru.
“Hah,Iya
bu.”Kataku sambil melangkah ke depan kelas.
“Coba sampaikan
kembali apa yang tadi temanmu katakana di depan kelas.”
“Hah? Aku kan tadi
nggak dengerin.Gimana nih?” Kataku dalam hati.Lalu,aku pun mencoba menyampaikan
sebisaku.
“Mbak Tia denger
nggak?”Guruku bertanya pada Tia,temanku yang duduk di pojok kelas.
“Nggak bu.”Jawab
Vina.
“Masa sih?Suaraku
tadi udah keras kok.”Aku mencoba membela diri.
“Ya udah mbak
Nida,diulang lagi.Kan tadi Vinanya belum dengar.”Kata guruku.
Aku pun mengulangi
apa yang aku katakana tadi.Setelah selesai,tiba-tiba guruku berkata,
“Kemaren kemana
sama Faisal?”
Kelasku menjadi
riuh.Tanpa dikomando,semuanya serempak berteriak”Ciiieeeeee.”
“Apaan sih?
Kemaren aku nggak kemana-mana kok.”
“Hayoo,kemaren kemana sama Faisal?” Tanya guruku
lagi.
“Ya Allah,kemaren aku nggak kemana-mana kok bu.”
“Yang bener? Terus kemaren yang ibu lihat siapa? Ehm…
Ibu punya lho nomor telepon
orang tua kamu.”
“Ibu,bener lho,kemaren aku nggak kemana-mana.”
Ibu
guru dan teman-temanku terus memojokkanku.Sementara Faisal,ia sibuk sendiri
menanggapi ejekan teman sebangkunya.Aku takut,takut kalau ini adalah cara bu
guru untuk menghukumku karena aku tadi tidak memperhatikan Arif.Tanpa sadar,air
mataku menetes. Kelasku masih riuh,hingga akhirnya bu guru berkata,
“Ya udah mbak Nida,kalo kemaren nggak
boncengan sama mas Faisal ya jangan nangis.”
Aku pun menyeka air mataku.
“Ternyata anak-anak,hari ini teman kalian
ada yang berulang tahun lho.”Kata bu guru kemudian.
Aku terhenyak.Aku tak menyangka kalau semua
ini adalah “karya” bu guru dan semua teman-temanku.Air mataku terus
mengalir.Kelasku riuh.Tak lama,Lagu “Happy Brithday” dan suara tepuk tangan menggema
di kelasku.Air mataku semakin deras.Tepuk tangan semakin riuh saat lagu “happy
Brithday” selesai didendangkan.Air mataku masih mengalir saat aku kembali ke
tempat duduk,dan saat itu hatiku berkata,”ini adalah pengalaman yang tidak akan
kulupakan.”
Komentar
Posting Komentar