Postingan

PANGEA

Catatan penulis : Kalian kalo baca cerita yang ditulis sendiri suka malu-malu geli gitu ga sih :") Gw sampe ga kuat suruh baca ulang Jadi langsung gw post :") Selamat membaca -Dari yang lagi nebeng wifi di perpus *** Sabtu, 4 Februari 2019       @22:13 WIB Hi ry. Aku liat Kak Thala kemarin, dan semua yang aku anggap udah selesai, sekarang kembali mengambang di permukaan. Rasa itu masih ada walau hanya seperti setitik debu yang tertinggal di sudut hati yang tak pernah tergapai. Dag dig gug itu masih terasa dan berteriak kepada otakku untuk kembali memutar kenangan yang tak pernah indah, namun mempesona dengan caranya. Hari itu, aku terus mencuri pandang ke arahnya. Sebuah kebiasaan yang setelah sekian lama, dilakonkan kembali oleh semesta. Aku memperhatikannya tanpa dia tahu di mana aku berdiri, bagaimana aku menatap, dan sekeras apa hatiku berteriak. Selalu, selalu seperti itu. Tapi dengan bodohnya aku tersenyum, karena dia, untukny...

Sepatah Kata Untuk Rasa Tanpa Suara

Seperti Kamu tidak pernah di sana Duduk di sampingku Dengan jarak tak lebih dari rentangan tanganku Mereka melihatmu di sana Tapi aku tidak karena kau tak ada Hatimu ada di sisi lain ruang dan waktu Tak pernah kutemui dan tak pernah menemuiku Seperti nada yang berbeda tapi merdu ketika didengarkan Seperti warna yang beraneka tapi indah saat disandingkan Tidakkah kau berfikir aku dan kamu menjadi kita lebih indah untuk dirasakan? Aku mencintaimu sosok tanpa perasaan Tanpa Diam memang tanpa suara Tapi ia bisa berarti terpendamnya sebuah rasa Diam memang tak berbicara Tapi ia mendengar kata dan menyimpan semuanya Diam memang sering berarti tidak peduli Tapi, ia kadang memperhatikan seperti kayu kepada api Diamku untukmu bukan tanpa makna Tapi ia luapan cinta dengan jutaan kata tak berirama Bahwa aku begitu mengagumi sebuah tawa Bahwa aku begitu merindukanmu tapi tak pernah mengatakannya Bahwa aku begitu menyukai...

A Letter

Gambar
Lewat kata kuceritakan hidupku, pada kalimat kukatakan rasaku. Kalimat yang peduli akan ketidakpedulianmu, dengan mereka aku bicara tentang dirimu. Kata yang diam tapi mahir berbicara, biarkan mereka yang mengatakan kepadamu bahwa aku ada. Neptunus Mentari sudah sedari tadi muncul. Sinarnya yang hangat masuk menerobos jendela-jendela kaca membuat suasana kelas menjadi nyaman . Iva tengah duduk di kursinya, memperhatikan tingkah teman-temannya dan sesekali tertawa. Itu sudah seperti kebiasaan baginya jika hatinya sedang gundah. Melihat perpaduan tingkah teman-temannya yang berbeda sifat menjadi hiburan tersendiri baginya. Ada Tamyizul si leader kelas, Arif yang kocak, Aji magnae yang kece, Yudha yang soknya minta ampun tapi juga lucu, Tajudin yang pasti jadi bahan bully, Bima yang kalo ngomong suka buat orang bengong karena bingung, Yoga yang pendiem, Kiki yang cerewet juga orang paling jail di kelas, Raifa yang suka banget debat sama mereka semua, Hadi yang sering d...